Jadi Konsumen Harus Cerdas, Ini Hal yang Harus Diperhatikan saat Membeli Produk Makanan

source: freepik.com

Berbelanja produk makanan kemasan di supermarket menjadi pilihan beberapa orang karena dianggap lebih terjamin produk-produknya. Tapi sebenarnya hal itu tidak selalu benar, lho. Meski produk-produk pangan yang dijual di supermarket atau minimarket terlihat lebih ‘bersih’, kita tetap perlu memeriksa beberapa hal sebelum memutuskann untuk membelinya. Hal ini dimaksudkan agar kita benar-benar mendapat produk yang aman dikonsumsi.

Memeriksa beberapa bagian dari produk makanan yang akan kita beli sudah dianjurkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Sesuai arahan BPOM, inilah hal-hal yang tidak boleh kamu lewatkan ketika akan membeli produk pangan:

Pastikan kemasan produk dalam keadaan baik

source: pixabay.com

Kemasan produk disebut baik jika tidak rusak seperti penyok, berkarat, berlubang, atau sobek (jika berbahan plastik atau kertas). Produk pangan yang kemasannya rusak berpotensi untuk terkontaminasi bakteri dan hal-hal lainnya yang menurunkan bahkan merusak kualitas produk. Nggak mau, kan, bukannya mendapatkan manfaat dari makanan yang kita beli, justru mendapat penyakit? Kemasan sobek atau berlubang juga bisa menjadi indikasi produk tersebut sudah disentuh hewan pengerat seperti tikus. Jadi, pastikan kamu memeriksa sampai ke sudut-sudut produknya ya!

Baca juga: Cara Memilih Ikan Beku, Agar Dapat Kualitas Terbaik

Label di kemasan bukan sekedar tulisan, tapi memuat informasi yang kamu butuhkan

image source: Jon Tyson / unslash.com

Hal kedua yang harus kamu perhatikan adalah label di kemasan. Label di kemasan ini termasuk nama produk, komposisi, informasi nilai gizi, label status halal (jika kamu membutuhkan), saran penyajian, berat produk, dan informasi-informasi yang berguna lainnya. Teliti memeriksa label produk akan sangat berguna terutama buat kamu yang memiliki alergi terhadap bahan-bahan tertentu, misalnya alergi susu sapi. Begitu pula ketika kamu kebingungan memilih satu di antara dua produk yang akan kamu beli, informasi nilai gizi dapat menjadi tolak ukur untuk membandingkan keduanya. Pilihlah produk pangan yang kandungan gizinya sesuai dengan kebutuhan dietmu.

Produk yang aman ditandai dengan adanya izin edar dari BPOM. Pastikan kamu memeriksanya!

spurce: freepik.com

Di Indonesia, lembaga yang berwenang mengeluarkan izin edar pangan dan produk lainnya adalah BPOM. Jadi, sebelum memasukkan produk pangan ke dalam troli belanjamu, pastikan produknya telah memiliki izin edar dari BPOM ya. Untuk produk makanan dalam negeri, biasanya memiliki kode MD diawal, diikuti dengan beberapa digit nomor registrasi. Sementara itu, produk impor memiliki kode ML sebelum nomor registrasinya. Jika ingin lebih meyakinkan, kamu bisa menelusuri izin edar berbagai produk pangan maupun non pangan dengan sangat mudah melalui web BPOM yang bisa kamu akses malaui smartphone kamu.

Tanggal kadaluwarsa jangan sampai terlewat dari pengamatan

source: designbolts.com

Ini nih, yang juga tidak boleh lolos dari pengamatanmu. Tanggal kadaluarsa harus kamu perhatikan, terutama jika kamu membeli produk-produk makanan yang memiliki masa kadaluarsa singkat, seperti produk roti-rotian. Pada beberapa produk roti yang memiliki masa kadaluarsa hanya 3 sampai empat hari sejak tanggal produksi, kelalaian kamu dalam memeriksa tanggalnya bisa membuatmu membawa pulang roti yang berjamur.

Baca juga: 5 roti dari berbagai negara yang mungkin belum pernah kamu cicipi

 

Selalu dapatkan info, tips, dan berbagai resep masakan di Kitchen Of Indonesia.

Follow us on:
Instagram: KitchenOfIndonesia
Facebook: Kitchen Of Indonesia
Youtube: Kitchen Of Indonesia

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Resep Camilan Berbahan Roti Tawar yang Simpel Dibikin saat Weekend

Bulan kelahiran RA Kartini, saatnya berkenalan dengan kuliner khas kota kelahirannya di Jepara