Ini cara makan dan minum Nabi Muhammad SAW, ikuti biar ramadhan makin berkah

source: freepik.com/rawpixel-com

Bulan ramadhan tidak terlepas dari tradisi makan dan minumnya, terutama karena di dalamnya terdapat ritual berbuka puasa yang dinanti setiap harinya oleh umat Islam yang menjalankan puasa. Seringkali, karena terlalu bersemangat berbuka, kita jadi makan dan minum sepuasnya tanpa mengingat lagi anjuran Nabi Muhammad SAW berkenaan dengan adab dalam makan dan minum.

Nabi Muhammad SAW merupakan pembawa risalah agama Islam. Sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk mengikuti teladannya dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam urusan makan dan minum. Apalagi beliau dikenal sebagai manusia paling apik dalam menjalani kehidupan. Dengan mengikuti cara beliau dalam menjalani berbagai aktivitas, kita bisa menambah pundi-pundi keberkahan di bulan puasa ini, lho.

Apa saja sih yang Nabi Muhammad SAW contohkan dalam adab makan dan minum? Simak yuk penjelasannya di bawah ini!

  1. Selalu memulai dengan menyebut nama Allah dan mengakhiri dengan memujiNya
source: freepik.com

Merupakan salah satu sunnah Rosulullah yang paling lumrah dan sudah sering kita dengar, tapi sudah dipraktikkan belum, nih? Sebelum memulai makan dan minum, Nabi Muhammad SAW tidak pernah lupa untuk menyebut nama Allah dengan berdoa, minimal membaca basmalah. Hal itu merupakan bentuk dari rasa syukur Nabi atas rizki yang diberikan Tuhan. Begitupun di akhir makan, Nabi memuji Tuhan dengan minimal membaca hamdalah.

  1. Minum dalam tiga tegukan
source: freepik

Hayo, siapa nih yang masih suka minum satu gelas dalam sekali tegukan? Menurut Nabi Muhammad SAW, hal yang membedakan manusia dengan hewan salah satunya adalah manusia tidak minum dalam satu tarikan nafas sebagaimana yang hewan lakukan. Dan ternyata, unta yang haus kalau minum air akan mencelupkan kepalanya ke dalam bejana dan meminumnya terus menerus tanpa berhenti sampai hausnya hilang, lho. Kamu pasti nggak mau, kan, disamakan dengan unta?

Tapi, kalau airnya hanya sedikit, sih, Nabi pernah meminumnya dengan sekali teguk. Intinya, kita harus bisa menakar sepantasnya minuman itu diminum dalam tiga tegukan atau jika airnya terlalu sedikit bisa diminum dalam sekali tegukan. Dalam hal cara minum air, Nabi mencontohkan untuk menyeruputnya dan bukan meminumnya sekaligus karena akan menimbulkan rasa sakit di organ hati.

Seperti adab sebelumnya, karena Nabi meminum air dalam tiga kali tegukan, maka beliau pun membaca basmalah dan hamdalah sebanyak tiga kali pula.

  1. Nabi Muhammad SAW minum dari wadah yang bersih dan tidak bernafas di dalamnya
source: freepik

Kebersihan dan kesucian benda-benda merupakan hal yang diperhatikan Nabi Muhammad SAW. Makan dan minum dari wadah yang bersih menunjukkan adab Nabi untuk menghormati makanan dan minuman sebagai pemberian Tuhan. Karena itu, salah satu bentuk syukur kita ketika memiliki makanan adalah dengan memperlakukannya dengan baik, antara lain dengan mengolahnya secara baik, serta menyimpan dan menempatkannya dalam wadah yang bersih.

Selain kebersihan wadah, Nabi Muhammad SAW tidak pernah bernafas dalam gelas. Ternyata, sunnah Nabi tersebut terbukti secara sains, bahwa menghembuskan nafas dalam gelas tidak sehat karena nafas yang terhembus itu menghasilkan asam karbonat yang berbahaya bagi kesehatan karena air tersebut berubah menjadi acidic.

  1. Nabi hanya makan makanan yang ada di hadapannya

Salah satu bentuk kesopanan Nabi saat makan bersama orang lain adalah beliau tidak akan meraih makanan kecuali yang dekat dan di hadapannya saja.

  1. Memulai makan setelah orang lain dan mengakhirinya juga setelah orang lain selesai

Saat makan bersama orang lain, Nabi Muhammad SAW akan mengawali untuk mengambil makanan terlebih dahulu dan berhenti setelah semuanya selesai makan, terutama ketika Nabi menjadi tuan rumah. Sikap ini bukan karena ketamakan, melainkan agar membuat para tamu merasa nyaman dan tidak malu untuk makan.

Baca juga: Ternyata Ini Lho Manfaat Makan Bersama Keluarga

Pada saat Nabi menjadi tamu, yang lain tidak mulai makan sebelum Nabi memulainya. Jadi, dengan mulai makan lebih awal dari yang lain, Nabi membuat mereka merasa nyaman dalam mulai makan. Di akhir makan juga, jika Nabi berhenti makan lebih cepat dari yang lain, itu akan membuat orang lain berhenti karena merasa sungkan dengan Nabi walaupun mereka belum merasa kenyang. Karena itulah, Nabi sengaja mengakhirkan makannya agar orang lain benar-benar menyelesaikan makanannya dengan nyaman.

  1. Nabi makan dengan tangan kanan dan tidak duduk bersandar selagi makan
source: freepik.com/rawpixel-com

Pastikan kamu makan dengan tangan kanan, ya, karena tangan kanan merupakan simbol kebaikan bagi umat Islam. Berbagai aktivitas dan ritual ibadah dalam agama Islam senantiasa mengutamakan untuk mendahulukan bagian kanan sebelum kiri, misalnya saat berwudhu. Begitu pula dengan aktivitas makan, Nabi Muhammad SAW memberi contoh untuk melakukannya dengan tangan kanan.

Sebagai bentuk kerendahan terhadap Tuhan, Nabi Muhammad diriwayatkan selalu duduk dalam posisi tasyahud akhir ketika makan. Beliau juga tidak pernah bersandar pada apapun ketika sedang makan sebagaimana yang dilakukan raja-raja yang angkuh pada masa itu. Makan dengan duduk tegak atau seperti bertasyahud bagi beliau melambangkan duduknya seorang hamba yang tunduk pada Tuhannya. Nabi juga diriwayatkan pernah makan dengan bertumpu pada satu lutut dan lutut satunya dinaikkan. Dengan posisi seperti itu, ternyata perut lebih cepat terasa kenyang sehingga kita tidak kebanyakan makan.

Jika dilihat secara medis, makan dengan bersandar berpotensi menyebabkan makanan naik lagi ke kerongkongan bersama cairan asam lambung sehingga menimbulkan gejala refluks asam yang mengganggu pencernaan kita. Lain halnya dengan posisi tegak, saraf pencernaan akan lebih rileks sehingga makanan yang masuk akan berjalan perlahan di dinding usus dan keseimbangan pencernaan pun dapat tercapai.

Itulah beberapa sunnah Nabi Muhammad SAW ketika makan. Tentu masih banyak lagi kesunnahan-kesunnahan Nabi lainnya. Selamat mempraktikkan teladan yang telah dibawa Nabi Muhammad, dan semoga puasa kita selalu berkah, ya!

Selalu dapatkan info, tips, dan berbagai resep masakan di Kitchen Of Indonesia.

Follow us on:
Instagram: KitchenOfIndonesia
Facebook: Kitchen Of Indonesia
Youtube: Kitchen Of Indonesia

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Resep Umm Ali, Dessert Manis dari Mesir yang Mudah Dibuat

Tips Bikin Gorengan Lebih Lezat dan Hindari Tenggorokan Gatal